27-Nov-21 |
/ Berita / Bpsdm Selenggarakan Webinar Optimalisasi Material Lokal Untuk Percepatan Konektivitas Antar Wilayah

BPSDM Selenggarakan Webinar Optimalisasi Material Lokal untuk Percepatan Konektivitas antar Wilayah

Kamis, 25 Nopember 2021 17
BPSDM Selenggarakan Webinar Optimalisasi Material Lokal untuk Percepatan Konektivitas antar Wilayah BPSDM Selenggarakan Webinar Optimalisasi Material Lokal untuk Percepatan Konektivitas antar Wilayah BPSDM Selenggarakan Webinar Optimalisasi Material Lokal untuk Percepatan Konektivitas antar Wilayah

Medan, 25 November 2021 – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan Perumahan dan PIW (Pusbangkom JPW) mempunyai tugas melaksanakan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan pengembangan dan sertifikasi kompetensi bidang jalan dan jembatan, perumahan dan pengembangan infrastruktur wilayah menyelanggarakan berbagai bentuk program pengembangan kompetensi antara lain pelatihan, seminar, dan workshop. Sejak 2019 silam, webinar telah menjadi bagian penting dari siklus pengembangan ASN. Metode ini menjadi salah satu sarana berbagi pengetahuan dan wawasan dalam rangka peningkatan SDM PUPR. 


Dalam pembukaan Webinar bertema “Optimalisasi Material Lokal untuk Percepatan Konektivitas antar Wilayah” pada Rabu (24/11), Kepala Pusbangkom JPW, Rezeki Peranginangin mengatakan agenda ini dapat berkontribusi dalam peningkatan efisiensi dan akuntabilitas pelaksanaan tugas Bina Marga sehingga pelayanan publik menjelma semakin prima.  


Antusiasme peserta di seleksi pendaftaran webinar kali ini diakui Rezeki menjadi kabar baik sebab mengindikasikan semangat ASN yang tinggi. Sebanyak 202 peserta terpilih menandakan besarnya minat dan sorotan ASN terhadap substansi yang hendak didiskusikan. Dipandu oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja, webinar yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Kompetensi Wilayah I Medan ini menguraikan tema besar ke dalam dua sub judul utama, yaitu upaya optimalisasi material lokal substandar dan rantai pasoknya di Indonesia. 


Material lokal eksisting yang tidak memenuhi syarat spesifikasi, kuantitas yang belum cukup memadai, dan variasi kondisi material atas disparitas geografis Indonesia merupakan tiga tantangan terbesar Indonesia di bidang ini. Material lokal substandar, menurut penjelasan Kepala Balai Bahan Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga ,Yohanes Ronny, kebanyakan tidak memenuhi syarat ketika berkaitan dengan plastisitas, gradasi, dan bentuk butir, sehingga harus dilakukan rekayasa dengan teknik-teknik tertentu untuk menanggulanginya. 


Aspek yang tidak kalah penting di dalam pengelolaan material lokal bagi pembangunan jalan ialah rantai pasok dari hulu ke hilir. Proses panjang yang melibatkan banyak pemangku kepentingan (multi stakeholder) dari mulai supplier, konsultan, kontraktor, serta penyedia jasa lainnnya ini idealnya mampu menjamin teknologi tepat guna dalam pelaksana jasa konstruksi serta bahu membahu untuk mencapai tujuan proyek. 


Persoalan ketidakpastian serta keterbatasan kualitas, kuantitas, juga kontinuitas dalam manajemen rantai pasok, ditegaskan Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Nicodermus Daud memerlukan terobosan teknologi dalam sistem kelola data dan informasi mengenainya. Ia menambahkan, lingkup pasok material ini sangat membutuhkan pendampingan dari Bimtek. Mengingat ketidaktepatan teknologi di awal perencanaan akan mengakibatkan ketidakefisienan dan degradasi pembangunan yang jauh lebih cepat. “Pendampingan harus juga melibatkan pedoman, regulasi, dan modul praktis berbasis wilayah. Karena daerah kita berbeda geografisnya, keberagaman kondisi perlu dipahami betul di lapangan,” pungkas Nico. 


Nyaris di tiap kesempatan, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono selalu menekankan dua hal yang wajib dihimpun pembangunan termasuk di bidang jalan, yaitu kualitas dan keberlangsungan. Bukan hanya membangun produk infrastruktur namun juga memperhatikan pemenuhan standar keselamatan, kemanan, dan kenyamanan, serta ketahanan produk selama lebih dari puluhan tahun sebagai wujud kebermanfaatan yang lestari.


Informasi Lebih Lanjut tentang Pusat Pengembangan Kompetensi Jalan, Perumahan, dan Pengembangan Infrastruktur Wilayah

KLIK DISINI ...