22-Jun-21 |
/ Berita / Bpsdm Dukung Inovasi Pembiayaan Melalui Pelatihan Kpbu

BPSDM Dukung Inovasi Pembiayaan Melalui Pelatihan KPBU

Sabtu , 10 April 2021 74

Jakarta, 9 April 2021 – Pelatihan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang diadakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) melalui Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Manajemen berakhir pada Jumat (9/4), di Jakarta. Berjalan sejak 5 April 2021 lalu, pelatihan ini merupakan salah satu upaya BPSDM dalam membekali Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hal KPBU agar dapat mencapai target prioritas-prioritas pembangunan infrastruktur yang andal.


Infrastruktur yang handal merupakan kunci dalam meningkatkan daya saing Indonesia. Kemajuan infrastruktur menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan suatu bangsa. Pemerintah, melalui Kementerian PUPR selaku kementerian yang bergerak di bidang pekerjaan umum dan perumahaan rakyat, terus melakukan pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. 


Pemerintah telah menyusun program-program prioritas terkait pembangunan infrastruktur di berbagai sektor. Dalam rangka mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di suatu wilayah/daerah tanpa harus membebani pendanaan dari APBN/APBD yang jumlahnya terbatas dan dengan melihat adanya potensi di suatu wilayah yang menarik dan dapat dikembangkan, maka hal yang dilakukan oleh Kementerian PUPR adalah dengan melakukan inovasi pembiayaan non-APBN melalui penyelenggaraan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). 


Melalui pidato penutupannya, Kepala Pusbangkom Manajemen Moeh. Adam berpesan, “Selaku penentu kebiajakan pembiayaan infrastruktur, ASN Kementerian PUPR harus memiliki pemahaman yang baik terkait seluk beluk KPBU”.


"KPBU dianggap menjadi salah satu solusi efektif yang mampu memberikan manfaat berupa pemenuhan financial gap, percepatan penyediaan infrastruktur yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi dan wilayah sehingga mampu berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja dan adanya pemanfaatan nilai uang (value for money) melalui pembagian risiko, pengelolaan aset yang bersinergi, dan adanya inovasi pembiayaan dan teknologi sehingga dapat semakin meningkatkan daya saing bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat,"jelas Adam.


Pelatihan ini diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Kompetensi PUPR Wilayah III Jakarta dengan pengajar berpengalaman & ahli di bidangnya dikerahkan selama 30 Jam Pelajaran (JP). Sehingga 28 orang peserta dapat lulus dengan baik setelah dibekali materi mengenai Ceramah KPBU, Dasar-Dasar KPBU, Kebijakan Pembiayaan Infrastruktur PUPR, Kelembagaan KPB, Manajemen Resiko & Rencana Usaha, Monitoring & Evaluasi KPBU, Pelaksanaan KPBU; Peningkatan Integritas, Pencegahan Bahaya Narkoba, dan Pengarustamaan Gender, Seminar, dan Studi Kasus. 


Tiga orang peserta meraih nilai terbaik, yaitu Agus Nefo, S.Si., M.T. dari Subdirektorat Koor. Pengadan Tanah, Pemantauan & Evaluasi terbaik pertama; Firman Permana Wandani,  S.T., M.PP dari Balai Pelaksanaan Jalan Banten terbaik kedua; dan terbaik ketiga Nurul Ainy Gumilar, S.E., M.T. dari Subdirektorat Koor. Kerjasama Investasi. 


Adam menutup pidato nya dengan harapan bahwa pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta terkait skema KPBU dan mampu melaksanakan proses Kerjasama dengan badan usaha berdasarkan pada peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku.


Informasi Lebih Lanjut tentang Balai Pengembangan Kompetensi III Jakarta

KLIK DISINI ...


KOMENTAR ()