JURNAL INFRASTRUKTUR VOLUME 3 NO. 1 JUNI 2017
JURNAL INFRASTRUKTUR VOLUME 3 NO. 2 EDISI DESEMBER 2017
JURNAL INFRASTRUKTUR VOLUME 4 NO. 1 JUNI 2018

Etika Publikasi Jurnal Infrastruktur

30/05/2017

oleh: jurnal-admin

Etika Publikasi Jurnal Infrastruktur merupakan pernyataan kode etik semua pihak yang terlibat dalam proses publikasi jurnal Infrastruktur yaitu pengelola jurnal yang terdiri atas: pengarah, penanggung jawab, redaktur, dewan penyunting, mitra bestari dan pembuat artikel. Adapun pernyataan ini didasarkan Peraturan Kepala LIPI Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kode Etika Publikasi Ilmiah. Kode Etika Publikasi Ilmiah ini intinya menjunjung tiga nilai etika dalam publikasi, yaitu

(i) Kenetralan, yakni bebas dari pertentangan kepentingan dalam pengelolaan publikasi;

(ii) Keadilan, yakni memberikan hak kepengarangan kepada yang berhak sebagai pengarang/penulis; dan

(iii) Kejujuran, yakni bebas dari duplikasi, fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme (DF2P) dalam publikasi.

Untuk setiap penulis artikel, diharapkan mengunduh, membaca secara seksama, mengisi, menandatangani dan menyerahkan Pernyataan Etika dan Penyerahan Perjanjian Hak Cipta sebagai bagian dari kiriman artikel awal Anda. Pernyataan Etika dan Penyerahan Perjanjian Hak Cipta harus diserahkan sebelum artikel dapat dipublikasikan. Untuk formulir dimaksud, silahkan mengunduh di: Pernyataan Etika dan Penyerahan Perjanjian Hak Cipta

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelola Jurnal

1. Pengarah

a. Memberikan arahan, pertimbangan, saran, dan pendapat terhadap pelaksanaan kegiatan pengelolaan jurnal kepada seluruh anggota pengelola

b. Meminta pertanggungjawaban dari Penanggung Jawab dan memantau pelaksanaan kegiatan pengelolaan jurnal

2. Penanggung Jawab

a. Menentukan nama jurnal, lingkup keilmuan, keberkalaan, dan akreditasi apabila diperlukan.

b. Menentukan keanggotaan dewan editor dan menetapkan pembagian tugas masing-masing.

c. Menetapkan persetujuan atas rencana dan jadwal kegiatan.

d. Melaporkan jalannya kegiatan kepada Pengarah .

e. Mendefinisikan hubungan antara penerbit, dewan penyunting, mitra bestari, dan pihak lain dalam suatu kontrak.

f. Menghargai hal-hal yang bersifat rahasia, baik untuk pembuat artikel, dewan penyunting, maupun mitra bestari.

g. Menerapkan norma dan ketentuan mengenai hak atas kekayaan intelektual, khususnya hak cipta.

3. Redaktur

a. Memantau dan mengevaluasi perkembangan/kemajuan hasil pelaksanaan pengelolaan jurnal kepada penanggung jawab sesuai indikator hasil.

b. Melakukan telaah kebijakan jurnal dan menyampaikannya kepada pembuat artikel, dewan editor, mitra bestari, dan pembaca.

c. Membuat panduan kode berperilaku bagi editor dan mitra bestari.

d. Mempublikasikan jurnal secara teratur.

e. Menjamin ketersediaan sumber dana untuk keberlanjutan penerbitan jurnal.

f. Membangun jaringan kerja sama dan pemasaran.

g. Mempersiapkan perizinan dan aspek legalitas lainnya.

4. Dewan Penyunting

a. Mempertemukan kebutuhan pembaca dan pembuat artikel.

b. Mengupayakan peningkatan mutu publikasi secara berkelanjutan.

c. Menerapkan proses untuk menjamin mutu karya tulis yang dipublikasikan.

d. Mengedepankan kebebasan berpendapat secara objektif.

e. Memelihara integritas rekam jejak akademik pembuat artikel.

f. Menyampaikan koreksi, klarifikasi, penarikan, dan permintaan maaf apabila diperlukan.

g. Bertanggung jawab terhadap gaya dan format karya tulis.

h. Secara aktif meminta pendapat pembuat artikel, pembaca, mitra bestari, dan anggota dewan penyunting untuk meningkatkan mutu publikasi.

i. Mendorong dilakukannya penilaian terhadap jurnal apabila ada temuan.

j. Mendukung inisiatif untuk mengurangi kesalahan penelitian dan publikasi dengan meminta pengarang melampirkan formulir Klirens Etik yang sudah disetujui oleh Komisi Klirens Etik.

k. Mendukung inisiatif untuk mendidik pembuat artikel tentang etika publikasi.

l. Mengkaji efek kebijakan terbitan terhadap sikap pembuat artikel dan mitra bestari serta memperbaikinya untuk meningkatkan tanggung jawab dan memperkecil kesalahan.

m. Memiliki pikiran terbuka terhadap pendapat baru atau pandangan orang lain yang mungkin bertentangan dengan pendapat pribadi.

n. Tidak mempertahankan pendapat sendiri, pembuat artikel atau pihak ketiga yang dapat mengakibatkan keputusan tidak objektif.

o. Mendorong pembuat artikel, supaya dapat melakukan perbaikan karya tulis hingga layak terbit.

5. Mitra Bestari

a. Mendapat tugas dari dewan penyunting untuk menelaah karya tulis dan menyampaikan hasil penelaahan kepada dewan penyunting, sebagai bahan penentuan kelayakan suatu karya tulis untuk diterbitkan.

b. Mitra Bestari tidak boleh melakukan telaah atas karya tulis yang melibatkan dirinya, baik secara langsung maupun tidak.

c. Menjaga privasi pengarang dengan tidak menyebarluaskan hasil koreksi, saran, dan rekomendasi dengan memberikan kritik, saran, masukan dan rekomendasi.

d. Mendorong pembuat artikel untuk melakukan perbaikan karya tulis.

e. Menelaah kembali karya tulis yang telah diperbaiki sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

f. Karya tulis ditelaah secara tepat waktu sesuai gaya selingkung terbitan berdasarkan kaidah ilmiah (metode pengumpulan data, legalitas pengarang, kesimpulan, dan lain-lain).

6. Pembuat Artikel

a. Memastikan bahwa yang masuk dalam daftar pembuat artikel memenuhi kriteria sebagai pembuat artikel.

b. Bertanggung jawab secara kolektif untuk pekerjaan dan isi artikel meliputi metode, analisis, perhitungan, dan rinciannya.

c. Menyatakan asal sumber daya (termasuk pendanaan) penelitiannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

d. Menjelaskan keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian.

e. Menanggapi komentar yang dibuat oleh para mitra bestari secara profesional dan tepat waktu.

f. Menginformasikan kepada dewan penyunting jika akan menarik kembali karya tulisnya.

g. Membuat pernyataan bahwa karya tulis yang diserahkan untuk diterbitkan adalah asli, belum pernah dipublikasikan di manapun dalam bahasa apapun, dan tidak sedang dalam proses pengajuan ke penerbit lain.

©2016 Pusdiklat Manajemen dan Pengembangan Jabatan Fungsional