|

Melalui Pelatihan PISK SDA Pejabat Inti Satker Menumbuhkan Karakter ASN PUPR yang Santun

Senin , 12 Maret 2018 124

Pembukaan Pelatihan PISK Bidang SDA Oleh Kepala Pusdiklat Bidang SDA dan Konstruksi


Surabaya  (12/3) - Balai Pelatihan PUPR Wilayah VI Surabaya mengadakan pembukaan Pelatihan Pejabat Inti Satuan Kerja (PISK) Bidang Sumber Daya Air di Surabaya. Acara dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan Bidang SDA dan Konstruksi-KM Arsyad dan dihadiri oleh Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air-Sri Sujarwati, Kepala Balai Pelatihan VI Surabaya-Ahmad Kholidi Nasution dan peserta Pelatihan yang berasal dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


Pelaksanaan Pembukaan Pelatihan PISK Bidang SDA


Klik disini untuk informasi tentang Diklat PISK SDA

Dalam Sambutannya Arsyad menyampaikan, “Pelatihan ini merupakan salah satu syarat untuk menjadi Pejabat Inti Satuan Kerja, dan diselenggarakan untuk membekali mereka dalam pelaksanaan kegiatan Satuan Kerja agar dapat berjalan tertib sesuai dengan aturan yang ada, lancar serta bermanfaat bagi masyarakat”.

Menurutnya,"Pelatihan ini diharapkan dapat mengurangi ketidakmampuan secara teknis dalam pengelolaan ke-satker-an serta peningkatan kompetensi manajerial dari para  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker)”. Pusat Pelatihan Bidang SDA dan Konstruksi telah merancang kurikulum dan menyiapkan Widyaiswara yang berpengalaman sehingga peserta pelatihan diharapkan dapat mengikutinya hingga selesai.


Foto Bersama Pejabat Pembuka dan Peserta Pelatihan


Pada kesempatan itu juga Sri Sudjarwati sempat menyampaikan pesan Menteri PUPR kepada peserta Pelatihan PISK Bidang SDA untuk juga menjaga karakter yang santun, karena menurutnya untuk menjadi ASN PUPR tidaklah cukup hanya dengan kepandaian akademis namun juga memiliki sikap santun, Smart is a must but it's not sufficient, pintar saja tidak cukup, akhlakul karimah juga perlu. Dimanapun Anda harus bisa membuat orang senang dan nyaman. Keberadaan kita diharapkan orang. “Hidup kalau tidak bermanfaat sejatinya kita tidak hidup," pesannya. Menurutnya dengan karakter yang baik maka juga akan terbentuk jati diri ASN PUPR. "Jati diri penting, masing-masing orang punya jati diri. Kita sebagai orang PUPR punya jati diri, sangat menghormati orang lain dan bekerja keras. ujarnya.

Dalam laporannya M Rahman selaku Ketua penyelenggara melaporkan kegiatan Pelatihan diikuti sejumlah 31 orang peserta dan dilaksanakan pada tanggal 12 – 24 Maret 2018. (rdc)


Informasi Lebih Lanjut tentang Balai Diklat VI Surabaya

KLIK DISINI ...


KOMENTAR ()