|

Bimbingan Teknis Beton Pracetak Prategang Jalan Layang untuk Cegah Kecelakaan Konstruksi

Selasa , 08 Mei 2018 53

Kepala BPSDM sedang memberikan arahan terkait acara


Jakarta (07/05) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi mengadakan Bimbingan Teknis Beton Pracetak Prategang Jalan Layang (Elevated). Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Percepatan Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil dan Bimbingan Teknis Keahlian Konstruksi di Lingkungan Internal dan Eksternal Kementerian PUPR. Acara berlangsung dari tanggal 7-9 Mei 2018 di Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta.

Pelaksanaan kegiatan percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi terampil dilakukan secara on site di 101 lokasi proyek yang berasal dari pendanaan APBN (Internal PUPR), APBD (Dinas PU DKI), Proyek BUJT/Investor dan proyek pendanaan swasta di wilayah Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta yang meliputi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sedangkan Bimbingan Teknis Keahlian Konstruksi diberikan kepada Penyedia Jasa maupun ASN Kementerian PUPR di 4 bidang keahlian, yaitu Manajemen Konstruksi, Administrasi Kontrak, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), serta Beton Pracetak Prategang Jalan Layang/ Elevated.


Direktur Jenderal Bina Konstruksi - Syarif Burhanudin tengah memberikan sambutan

“BPSDM di sini bertugas untuk mengembangkan kompetensi ASN-nya. Dan melihat UU No. 5 Tahun 2014 dijelaskan bahwa PNS diarahkan sebagai profesi. Setiap PNS punya kewajiban memperoleh kompetensi di bidang masing-masing. Minimal 1 tahun yakni sama dengan 20 Jam Pelajaran. Nanti, sertifikasi ini berguna sebagai dasar pengembangan karier dan standar kompetensi jabatan”, demikian disampaikan Kepala BPSDM – Lolly Martina Martief di depan peserta dan tamu undangan yang hadir.

“Di tahun 2018, dalam rangka mendukung program akselerasi, BPSDM berupaya melakukan berbagai hal diantaranya mendukung proyek-proyek padat karya tunai melalui pelatihan padat karya yang telah dilaksanakan pada tahun ini, setiap pelatihan harus bersumber dari masalah teknis dan administrasi. Selain itu, hasil dari gap kompetensi semua kami muarakan di Pusat Penilaian Kompetensi dan Pemantauan Kinerja,” terang Lolly.


Sejumlah peserta memerhatikan arahan  para pembicara

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Bina Konstruksi - Syarif Burhanudin menambahkankan, ”ASN harus turut serta hadir dalam proses dan terampil dalam bidangnya. Pemerintah hanya trigger. Kita berikhtiar, meyakinkan diri bersama-sama bahwa pekerja Indonesia jauh lebih baik dari tenaga kerja lainnya. Sehingga kita bisa melaksanakan tugas di Negara sendiri, dan pada akhirnya tenaga kita banyak diminta di negara lain”.

Terkait Bimbingan Teknis Beton Pracetak Prategang Jalan Layang (Elevated) yang merupakan kerjasama antara BPSDM dan Ditjen. Bina Kontruksi, kegiatan ini diikuti 302 peserta terdiri dari Perencana, Pelaksana dan Pengawas dari Penyedia Jasa, serta 162 orang ASN dari Satuan Kerja (Satker) dan PPK di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga. Kegiatan ini merupakan bagian dari tindakan korektif dan upaya untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya kecelakaan konstruksi di masa datang.

Menutup arahannya, Lolly sependapat dengan Syarif bahwa, ”Kondisi PNS kini harus apple to apple dengan tenaga konstruksi di lapangan, agar tidak terjadi perbedaan pemahaman. Saya berharap para ASN sungguh-sungguh dalam melaksanakan pelatihan, agar ilmu yang kita peroleh dapat bermanfaat bagi orang banyak. Dan satu pesan saya kepada Dirjen Bina Konstruksi bahwa perhatikan bidang lainnya juga seperti Pembiayaan Perumahan, Cipta Karya dan lainnya yang turut bergerak dalam pembangunan infrastruktur”. (Rz-Lgr-Datin BPSDM)



KOMENTAR ()