|

Social Media Influencer

Rabu , 20 September 2017 0 521

Banyaknya media sosial dewasa ini menjadi cara yang efektif untuk menyebarkan informasi. Melalui media sosial tersebut, siapa saja bisa dengan mudah membuat akun untuk keperluan pribadi atau bisnis dengan berjualan secara online. Dan itu semua bisa dilakukan tanpa mengeluarkan uang sepeser-pun kecuali biaya kuota internet tentu saja atau domain untuk website. Kemudahan yang ditawarkan media sosial membuatnya menjadi alat komunikasi yang menjadi primadona bagi setiap orang di seluruh penjuru dunia. Anda bisa dengan mudahnya untuk bertukar informasi baik gambar, teks atau video lewat beragam platform media sosial. 


Hal itu memunculkan fenomena baru yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya, yaitu social media influencers. Apa itu social media influencers? Social media influencers adalah orang atau pemilik akun media sosial yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain lewat akun media sosial yang mereka miliki. Kehadiran social media influencers memberikan dampak bagi para warganet yang acapkali memanfaatkan media sosial. Lewat social media influencers itulah, netizen (warganet) bisa memperoleh informasi terbaru yang tidak bisa didapatkan di media-media mainstream. Biasanya mereka memiliki personal branding yang bagus baik di dunia nyata maupun maya, sehingga membuat para follower-nya tertarik dan percaya akan apapun yang diceritakannya.



Siapa sajakah social media influencers itu? Mereka bisa siapa saja dan tidak tergantung pada popularitas di dunia nyata. Sebaliknya, orang terkenal di dunia nyata belum tentu populer di media sosial karena tidak memiliki akun atau memang jarang meng-update akun media sosialnya. Kepopuleran social media influencers membuat para pemilik brand melirik mereka sebagai orang yang dipercaya (endorser) untuk mempromosikan produknya. Meskipun demikian, tidak semua social media influencers menerima dan mengharapkan endorse produk semacam itu.

Kredibilitas adalah faktor yang bisa mempengaruhi tingkat kepercayaan audiens terhadap social media influencers. Namun logika itu tidak sepenuhnya berlaku di media sosial. Ada faktor lain yang bisa mempengaruhi audiens yaitu tingkat kesukaan seseorang terhadap orang yang diidolakannya. Bisa saja social media influencers kurang atau bahkan tidak memiliki kredibilitas tapi bisa mempengaruhi orang lain karena memiliki dapat menyentuh aspek emosional audiens. Bahkan Social media influencer kini menjadi salah satu profesi yang diidamkan dan menjanjikan bagi para penyuka social media. Beberapa tahun yang lalu menjadi pegawai kantoran selama bertahun-tahun menjadi profesi yang membanggakan. Namun, tren sudah berubah, seiring berjalannya waktu di era serba digital ini profesi yang tadinya tidak terpikirkan mulai bermunculan terutama pekerjaan yang berhubungan dengan social media. Contohnya Chiara Ferragni yang dulunya hanya seorang fashion blogger, karena banyak pembaca yang menyukai apapun yang ditulisnya, dia kini menjelma menjadi entrepreneur dengan merk The Blonde Salad, Chiara Ferragni Collection  hingga sukses menjadi brand ambassador dari beberapa brand internasional.


Chiarra Ferragni menjadi bintang iklan Calvin Klein

Hadirnya sosial media mengubah cara warganet untuk mengkonsumsi konten. Para content creator dan influencer pun bermunculan untuk menghadirkan konten-konten yang berkualitas untuk setiap audiens, mulai dari gaya hidup, fashion, hingga parenting. Beberapa diantaranya berjalan secara independent, namun ada pula yang berada di bawah management tertentu. Social Media Influencer yang cukup memberikan massive impact dan memiliki personal brand yang bagus diantaranya Diana Rikasari dengan branding fashion entrepreneur, Pinot Ichwandardi dengan kreativitasnya dalam sketsa menggunakan gawai teknologi lama hingga menarik perhatian warganet dan media internasional, Ada pula Kaesang Pangarep dengan Vlog-nya yang memiliki banyak follower karena video-nya yang jenaka atas kesukaan pada videonya jika ia mempromosikan sesuatu, hal tersebut akan otomatis terkenal dan viral, Amrazing (Alexander Thian) yang awalnya rajin membuat cuitan di twitter dan mendapat ratusan retweet hingga dipercaya oleh beberapa brand terkenal untuk mempromosikan produk karena ia merambah dunia fotografi dan hasilnya pun sangat eye-catching dengan kolaborasi skill menulisnya membuatnya menjadi salah satu social media influencer yang disukai oleh publik.



Tidak semua pekerja seni yang telah muncul lama di televisi maupun film dapat menjadi social media influencer yang dapat menarik banyak massa. Seperti yang kami jelaskan tadi, mungkin artis tersebut tidak rajin meng-update kegiatannya atau tidak memiliki skill as a good story teller. Karena modal popularitas tanpa disertai pengemasan personal brand yang menarik tidak akan efektif menjadi social media influencer. Seperti Ringgo Agus Rahman, awalnya pemain film kemudian merambah Instagram dengan hasil fotonya yang bagus sehingga dia banyak mendapatkan tawaran kerjasama dari berbagai produk yang dekat dengan masyarakat. Dengan personal yang humoris, dia pun disukai banyak orang. Maka, apapun yang dipromosikannya lebih menarik daripada artis yang biasanya hanya muncul di infotainment karena gossip belaka. Social media influencer adalah tren baru yang harus kita pahami bahwa mereka memiliki kekuatan persuasif yang baik dan efektif dibandingkan dengan membuat iklan di TVC atau televisi.



(Rz)