|

Peran Indonesia dalam Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular

Kamis , 09 Nopember 2017 0 530


Hai teman BPSDM.. Kali ini kami akan membahas topik yang agak berat. (Jadi, sebelumnya nggak berat dong ya? Hahaha). Topik kali ini berkaitan dengan negeri ini, yakni tentang kerjasama bilateral, tepatnya antar negara berkembang seperti Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) yang merupakan bentuk kerjasama antar negara berkembang dalam hal pembangunan demi menuju kemandirian bersama yang dilandasi solidaritas, kesetaraan/mutual opportunity, dan saling menguntungkan/mutual benefit (source: isstc.setneg.go.id). Nah, sebenarnya hal ini bukanlah isu baru bagi Indonesia. Sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) diselenggarakan pada tahun 1955 di Bandung, saat itulah Indonesia sudah memulai kebijakan kerjasama selatan-selatan. Hingga saat ini berarti sudah 62 tahun lebih Indonesia bergelut dengan kebijakan kerjasama selatan-selatan dan triangular ini.


Konferensi Asia Afrika tahun 1955 (Source:http://sulaimandjaya.blogspot.co.id/2015/04/konferensi-asia-afrika-1955-sumbangan.html)

Sayangnya tidak semua orang Indonesia memahami isu KSST ini atau perlunya memberikan bantuan ke negara sedang berkembang yang lain sementara di negeri sendiri masih banyak permasalahan pembangunan. Padahal melalui KSST diharapkan dapat memberikan daya ungkit bagi peningkatan dan kepemimpinan Indonesia dalam berbagai forum global. Di sisi lain dapat memberikan dampak secara ekonomi melalui peningkatan investasi dan perdagangan di antara negara-negara berkembang. Partispasi aktif Indonesia dalam KSST dilandasi oleh kebijakan politik luar negeri Indonesia dan pelaksanaan hubungan internasional yang bebas dan aktif sebagai wujud pengejawantahan amanat UUD 1945, yakni turut melaksanakan ketertiban dunia.

Dengan melakukan kebijakan KSST Indonesia telah memberikan banyak bantuan kepada negara-negara selatan. Ternyata Indonesia bukan negara yang hanya menerima bantuan dari lembaga donor, tetapi Indonesia juga mampu menjadi negara donor. Jangan dibayangkan Indonesia memberikan bantuan dana dalam jumlah besar seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Australia, Inggris atau Jepang. Bantuan yang sering diberikan oleh Indonesia adalah bantuan dalam bentuk pengembangan kapasitas melalui pelatihan. Meskipun bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk uang, tetapi bantuan tersebut tidak boleh diindahkan begitu saja karena bantuan tersebut memiliki arti yang penting bagi peningkatan Kerjasama Selatan-Selatan. Selain itu, bantuan luar negeri pun memiliki arti penting bagi peningkatan citra Indonesia dalam kancah internasional. Bantuan luar negeri dapat menjadi alat untuk melakukan diplomasi Indonesia ke negara-negara selatan.


Peta Negara Berkembang (http://www.learniseasy.com)


KSST baru mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah sejak dibentuknya Tim Koordinasi Nasional pada tahun 2010.20 Tim Koordinasi Nasional KSST ini terdiri dari empat kaki yaitu BAPPENAS, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Sekretariat Negara. Tugas utama dari Tim Koordinasi Nasional ini adalah melakukan koordinasi terkait program yang KSST dari Kementerian atau Lembaga, menghubungkan dan memformulasikan kerjasama dengan mitra pembangunan, dan memonitor pelaksanaan program KSST.


Menteri Basuki dan Menteri PUTK Republik Demokratic of Timor Leste (RDTL), Eng Gastao Fransisco de Sousa (www.suara.com)


Salah satu contoh nyata tentang kerjasama KSST dan Indonesia yakni melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI), Basuki Hadimuljono dan Menteri Pekerjaan Umum, Transportasi dan Komunikasi (PUTK) Republik Demokratic of Timor Leste (RDTL), Eng Gastao Fransisco de Sousa menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama (MoU) Bidang Pekerjaan Umum, Perumahan serta Pembangunan Kota dan Wilayah. Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke Timor Leste pada Januari 2016, yang menegaskan kembali komitmen Indonesia sebagai mitra utama dalam pembangunan di Timor Leste dan dalam usaha meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Kerja sama kedua negara tersebut merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk meningkatkan Kerja Sama Selatan Selatan dan Triangular (KSST), yang menjadi salah satu agenda Nawa Cita dan telah dicantumkan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional dalam RPJMN 2015-2019.

Semoga apa yang kami tulis di sini bisa sedikit menambah wacana terkait kerjasama bilateral khususnya tentang Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular, ya. :)

Sumber:

- National Coordination Team on South-South and Triangular Cooperation of Indonesia, 2015, About SSTC

- isstc.setneg.go.id

- https://www.suara.com/news/2017/07/12/000100/kemen-pupr-perluas-kerja-sama-infrastruktur-dengan-timor-leste



(Rz)