|

MRT, Moda Transportasi Tercanggih Milik Rakyat

Kamis , 22 Maret 2018 0 371

Jalur Rel MRT


Hai teman BPSDM, kali ini kami akan berbagi cerita tentang progress mega proyek infrastruktur yang berhubungan dengan moda transportasi publik di Indonesia, khususnya di area Jakarta. Yap! Betul sekali. Kami akan membahas tentang MRT (Mass Rapid Transit) atau Moda Raya Terpadu. Yang belakangan makin ramai diperbincangkan karena antusiasme warga Jakarta akan kehadiran kereta cepat ini. Beberapa waktu lalu, kami mendapat kesempatan untuk terjun langsung ke lokasi MRT, tepatnya di stasiun pusatnya di bilangan HI, Jakarta Pusat. Proses pembangunan telah dimulai pada tanggal 10 Oktober 2013 dan diperkirakan selesai sebelum tahun 2019.

Jakarta merupakan ibu kota Indonesia, dengan penduduk dari 9 juta jiwa. Diperkirakan bahwa lebih dari empat juta penduduk daerah sekitar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) perjalanan ke dan dari kota setiap hari kerja. Masalah transportasi semakin mulai menarik perhatian politik dan telah diprediksikan bahwa tanpa terobosan transportasi utama, kemacetan akan membanjiri kota dan akan membuat kemacetan lalu lintas yang sangat parah sehingga kendaraan tidak bisa bergerak bahkan pada saat baru keluar dari garasi rumah pada tahun 2020.


Briefing di ruang meeting MRT Jakarta

Sejak tahun 1980 lebih dari dua puluh lima studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan sistem MRT di Jakarta. Salah satu alasan utama yang menunda penanggulangan masalah ini adalah krisis ekonomi dan politik 1997-1999. Sebelum krisis, sebuah Build-Operate-Transfer (BOT) yang dianggap sebagai bagian dari MRT baru melibatkan sektor swasta. Setelah krisis, rencana mengandalkan BOT untuk menyediakan pembiayaan terbukti tidak layak dan proyek MRT kembali diusulkan sebagai skema yang didanai pemerintah.


Briefing di arena MRT

Transportasi umum saat ini di Jakarta hanya melayani 56% perjalanan yang dilakukan oleh komuter sehari-hari. Angka ini sangat perlu untuk ditingkatkan sebagai kota dengan tingkat rata-rata tahunan pertumbuhan kendaraan bermotor sebesar 9,5% yang jauh melebihi panjang jalan antara 2005 dan 2010 dengan kenaikan hanya sebesar 0,01%. Transportasi umum sekarang terutama terdiri dari berbagai jenis bus, mulai dari bemo yang sangat kecil dan mikrolet yang sedikit lebih besar, hingga mikrobus seperti MetroMini dan Kopaja, selain bus kota ukuran penuh serta sistem angkutan cepat bus Transjakarta. Terdapat juga taksi dengan roda dua (ojek) dan empat serta sistem Kereta Commuter Jabodetabek.