|

Gerakan Peduli Mitigasi Bencana Bukti Cinta Nyata kepada Semesta

Senin , 11 Desember 2017 0 476

Sedia payung sebelum hujan mungkin inilah analogi yang pas untuk menggambarkan pentingnya gerakan mitigasi bencana yang akan kami bahas dalam tulisan ini. Di mana mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana). Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. (Source: https://id.wikipedia.org)

Nah, dalam hal bencana meskipun hal ini memang terjadi di luar kuasa manusia, tetapi sebenarnya masih bisa kita antisipasi jika kita mau tergerak untuk menanggulangi rangkaian sabda alam tersebut dengan cara yang tepat. Seperti yang tengah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini galakan. Tidak hanya peduli dengan pembangunan infrastruktur, namun peduli dengan dampak lingkungan yang terjadi. Salah satunya, gerakan menanam pohon yang dilakukan dalam rangka Hari Bakti PU ke-72 mengambil tema “Perlindungan dan Optimalisasi Fungsi Situ, Danau, Embung, Waduk, dan Sumber Air Permukaan lainnya”. Tema ini mengandung makna bahwa saat ini yang menjadi penyebab utama terjadinya bencana alam di Indonesia adalah penyempitan badan air, alih fungsi lahan, sedimentasi, pendangkalan, hilangnya mata air dan pengelolaan sampah yang belum dilaksanakan dengan baik oleh masing-masing individu.



Selain itu, bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut berpartisipasi, diantaranya dengan melakukan gerakan tanam pohon di daerah Palu, Sulawesi Tengah. Penamanan pohon pertama dilakukan secara simbolis oleh Kepala BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia)-Lolly Martina Martief mewakili Menteri PUPR. Sedangkan, dalam Gerakan Peduli Mitigasi Bencana di Singkawang, penyerahan pohon secara simbolis diberikan Sekretaris BPSDM-A.Hasanudin mewakili Menteri PUPR kepada perwakilan Darma Wanita Wilayah Sungai Kalimantan I. Selain itu, A.Hasanudin dilakukan penyerahan plakat secara simbolis kepada perwakilan pemerintah Singkawang.


 Kepala BPSDM-Lolly Martina Martief Penanaman Pohon di Palu

Melesatnya pertumbuhan penduduk di Indonesia khususnya di wilayah perkotaan berdampak pada meningkatnya volume sampah yang belum tertangani dengan baik dari hulu hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini tentunya dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan rentannya kesehatan manusia. Selain isu persampahan, terdapat isu lainnya yang harus menjadi perhatian bersama, yakni perlunya penghijauan guna meminimalisir bencana alam (banjir).



Untuk itu melihat pentingnya upaya pencegahan agar dapat meminimalisasi terjadinya bencana yang disebabkan oleh faktor kelalaian manusia, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah oleh Kementerian PUPR untuk turut berparitisipasi dalam upaya pencegahan ini adalah melaksanakan Gerakan Peduli Mitigasi Bencana dengan kegiatan TPS 3R (Reduce, Re-use & Recycle) dan kegiatan Penghijauan (Penanaman Pohon).

Ada 3 jenis tanaman dengan total 4.300 pohon yang ditanam dalam Gerakan Peduli Mitigasi Bencana di Singkawang kali ini yakni 700 pohon tanaman buah di embung Pajintan, 2500 pohon tanaman mangrove di Mempawah, serta 1.100 pohon tanaman sengon dengan rincian 200 pohon di Berdikari Pontianak, 300 pohon di embung Pancur Aji, 300 pohon di embung Parong dan 300 pohon di embung Air Putih.