|

Brand Journalism, pentingkah?

Selasa , 05 September 2017 0 154

Brand Jornalism? Apa sih itu? 

Mungkin bagi beberapa orang pernah mendengar tentang kedua hal tersebut. Tapi, untuk yang tidak berkecimpung langsung di dunia PR (Public Relations) tentunya akan asing dengan hal itu. Mungkin ada yang berpikiran sekilas ini merupakan teori jurnalis yang terbaru. Tidak sepenuhnya salah, namun mari kita bahas lebih lanjut satu per satu. Oiya, tulisan ini berdasar dari yang saya dapat di suatu forum diskusi dan literatur yang terkait. Happy Reading! :)

Jurnal (berasal dari kata journal). Journal berasal dari istilah bahasa Latin diurnalis, yaitu orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik. Dan –isme adalah akhiran kata yang berarti paham atau ajaran. Jadi, bisa diartikan Jurnalisme adalah paham jurnal; atau kegiatan menulis catatan harian (Source: Wikipedia). Nah, Jurnalisme erat kaitannya dengan pewarta berita. Dan brand sendiri biasanya berhubungan dengan dunia marketing, misalya produk marketing yang butuh merek dagang agar mudah dikenal oleh konsumen. Dulu penyebaran berita dilakukan melalui media massa yang berupa media cetak, radio atau televisi yang sifatnya dapat menyebarluaskan informasi. Namun kini seiring berkembangnya teknologi. Penyebaran berita dapat dilakukan dengan mudah, salah satunya melalui media sosial. Dalam hitungan detik saja kita dapat segera menyebarkan dan mengetahui sebuah berita bahkan jika dianggap unik oleh warganet maka akan segera viral.